Amal Hati dan FIsik

By Zainul Ihsan 09 Agu 2018, 09:28:47 WIB Tsaqofah
Amal Hati dan FIsik

Keterangan Gambar : Amal Hati dan FIsik


Setiap muslim wajib berusaha menghiasi dirinya dengan cabang-cabang keimanan yang memadukan seluruh aktivitas, yaitu aktivitas hati maupun aktivitas anggota badan. Tidak boleh mencukupkan diri dengan salah satunya saja karena Allaj swt. memerintahkan hambaNya untuk bertawakal kepadaNya, memohon pertolongan kepadaNya, takut kepadaNya, berharap kepadaNya. Namun Dia juga memerintahkan hambaNya untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan puasa, berzikir, dan lain sebagainya. Karena itu, setiap muslim wajib taat kepada Allah dalam semua perintahNya. Orang-orang yang beriman dan sempurna imannya menyadari hal tersebut, lalu melaksanakannya.

Allah swt. berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia." (QS. Al-Anfal: 2-4)

Tugas muslim adalah bersungguh-sungguh dan berusaha sekuat tenaga mencapai kesempurnaan dalam setiap amal, terutama amal hati. Bahkan, harus memulai amal dari hati, dengan tidak mengabaikan dan meremehkan aktivitas anggota badan. Perhatian itu hanyalah pada skala prioritas dan mendahulukan yang lebih tinggi.

Rasulullas saw. bersabda, "Iman itu terdiri dari 70 atau 60 cabang lebih. Yang paling utama adalah perkataan, 'Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah.' dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Sedangkan rasa malu termasuk salah satu cabang keimanan," (HR. Muslim)

Berkenaan dengan masalah ini, ada untaian kata yang amat berharga dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ia berkata,

"Agama yang tegak dengan hati, berupa keimanan dalam bentuk ilmu maupun kenyataan, merupakan prinsip. Sedangkan aktivitas yang nampak merupakan cabang, namun penyempurna iman. Pertama kali, agama dibangun pada prinsip lalu disempurnakan oleh cabang-cabangnya. Sebagaimana Allah telah menurunkan prinsip-prinsip di Mekah berupa nilai-nilai tauhid, contoh-contoh, kisah-kisah, janji dan ancaman. Kemudian di Madinah -setelah keimanan memiliki kekuatan- Allah menurunkan cabang-cabangnya yang tampak secara lahir, berupa shalat jum'at, shalat berjamaah, azan, iqamat,jihad, puasa, dan pengharaman khamar, zina, judi serta kewajiban-kewajiban dan yang diharamkan lainnya. Dengan demikian, prinsiplah yang mensuplai cabang-cabangnya serta mengokohkannya, sedangakn cabang-cabang menyempurnakan dan menjaga prinsip-prinsip." (Al-Fatawa).

 

Sumber: Kitab Syarah Risalah Ta'alim - Muhammad Abdullah Al Khatib & Muhammad Abdul Halim Hamid




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment