Belajar Mendidik Anak Balita dengan Ilmu Parenting Islami

By Zainul Ihsan 16 Agu 2018, 08:00:04 WIB Parenting Islami
Belajar Mendidik Anak Balita dengan Ilmu Parenting Islami

Keterangan Gambar : Belajar Mendidik Anak Balita dengan Ilmu Parenting Islami


Sebagai orang tua tentu kita paham bahwa menerapkan pendidikan yang baik pada anak di rumah bukanlah suatu hal yang dapat kita lakukan secara asal-asalan. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk selalu mempelajari bagaimana cara yang tepat untuk mendidik mereka agar kelak tumbuh menjadi anak yang saleh dan salihah serta memiliki karakter islami. Nah, bagaimanakah caranya itu? Kali ini kita akan membahas bagaimana cara mendidik anak balita dengan menggunakan metode parenting islami yang tentunya dapat sahabat Abi Ummi aplikasikan di rumah. Yuk kita simak!

1. Menjalin Kedekatan Pribadi antara Keluarga dengan Memanfaatkan Quality Time yang Ada untuk Sharing Ilmu bersama

mendidik anak balita

Menyisihkan waktu luang untuk bermain dengan si kecil. 

Hal ini sangat penting, terlebih bagi orang tua yang sibuk dengan karirnya masing-masing. Sahabat Abi Ummi bisa memanfaatkan hari libur atau waktu luang setelah pulang kerja untuk tetap mempunyai quality time dengan anak-anak. Ketika keluarga sedang berkumpul, manfaatkan situasi ini untuk menjalin kedekatan anak dengan orang tua dan juga dengan saudara-saudaranya. Lakukan berbagai aktivitas bersama seperti ibadah, olahraga, bermain di rumah, saling bercerita satu sama lain, serta hal-hal lainnya yang dapat mengeratkan hubungan keluarga. Nah, jika sudah seperti ini tentu akan membuka kesempatan bagi kita selaku orang tua untuk membimbing, memberikan pengarahan, dan juga berbagi ilmu kepada anak-anak. Sebab, kedekatan yang terjalin akan memudahkan anak-anak untuk menerima dan mengingat arahan dan juga berbagai ilmu yang disampaikan.

2. Tidak Membuat Anak Jenuh Belajar dengan selalu Berinovasi dalam Memberikan Berbagai Materi Pengajaran yang Tak Hanya Berbobot Namun Juga Asik di Rumah

Nah, ini yang terkadang kita lupakan! Terlalu fokus pada materi pengajaran yang hendak disampaikan sampai lupa tentang cara mendidik anak balita dengan metode penyampaian yang asik dan juga menarik. Padahal, bisa saja kan mereka jenuh dengan metode belajar yang itu-itu saja. Oleh karena itu, yuk mulai sekarang kita sama-sama meningkatkan inovasi cara mendidik anak balita kita agar mereka selalu excited ketika belajar, menyukai metodenya, mencintai ilmunya, menikmati prosesnya, sehingga dengan senang hati pula mengaplikasikannya.

Nah, bagaimana caranya itu? Bingung? Eitss, tenang, tenang… Kita dapat berkreasi dengan berbagai cara menarik yang memang anak-anak sukai kok, misalnya mengenalkan mereka tentang Alquran, sunnah, bahasa Arab, siroh nabawiyah, dan materi lainnya melalui berbagai media yang ada seperti murotal. Sabahabat Abi Ummi bisa juga menceritakan kisah-kisah teladan dari para sahabat Rasul yang berpegang teguh pada tauhid-Nya, menonton video atau acara tv anak beredukasi, melalui penjelasan-penjelasan singkat yang dapat kita paparkan kepada mereka dengan penuh hikmah. Oiya, sahabat Abi Ummi bisa juga mengajarkan si kecil dengan beragam permainan asik loh. Perlahan ajarkan pula makna yang terkandung di dalamnya, ini akan menumbuhkan kecintaan serta menanamkan pemahaman mereka terhadap islam bahkan sedari mereka masih dini.

Hanya ini? Tidak, masih sangat banyak metode lainnya, nah ini “PR” kita selaku orang tua untuk terus upgrade ilmu, perbanyak membaca yang dapat menjadi referensi dalam memperkaya dan meng-update metode kita dalam menyampaikan pengajaran kepada anak.

3. Menggali Setiap Hikmah dari Berbagai Kejadian yang telah Anak Alami, Baik Itu Kejadian yang Menyenangkan Maupun yang Tidak

Jangan melewatkan setiap kejadian yang anak-anak kita alami tanpa menggali hikmah yang terkandung di dalamnya, baik itu kejadian menyenangkan maupun yang tidak. Jadikan perihal ini sebagai salah satu cara mendidik anak balita kita untuk memahami dan mengerti banyak hal. Sebagai contoh, ketika anak kita bertengkar dengan temannya karena berebut mainan maka jangan langsung kita memarahinya, tetapi ajarkanlah kepada mereka bahwa berebut dan bertengkar dengan teman bukanlah hal baik, seharusnya mereka bergantian memainkannya dan tidak berebut. Bisa juga ketika anak kita mendapat ranking 1 di kelasnya, kita dapat mengajarkan kepada mereka tentang cara bersyukur kepada Allah, mengajarkan tawadhu dan menjauhi sifat sombong.

4. Membentuk Kebiasaan dan Karakter Islami pada Anak di dalam Rumah dengan Menerapkan Berbagai Amalan Sunnah dan Adab-Adab yang telah Diajarkan Rasulullah

mendidik anak balita 2

Menerapkan adab-adab keislaman kepada anak. 

Kewajiban kita selaku orang tua tidak hanya sekadar mengurus anak-anak, memberikan makanan, dan menyekolahkan mereka. Akan tetapi, kewajiban sahabat Abi Ummi sebagai orang tua lebih dari itu. Kita memiliki kewajiban untuk menanamkan akhlak yang baik, akhlak yang telah Rasulullah contohkan pada umatnya.

Dari sahabat Umar bin Abi Salamah radhiallahu ‘anhu, ia mengisahkan, “Dahulu ketika aku masih kecil dan menjadi anak tiri Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, dan (bila sedang makan) tanganku (aku) julurkan ke segala sisi piring, maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘Hai nak, bacalah bismillah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari sisi yang terdekat darimu.’ Maka semenjak itu, itulah etikaku ketika aku makan,” (Muttafaqun ‘alaih).

Nah, cara mendidik anak balita dengan amalan-amalan sunnah yang seperti apa sih yang dapat kita ajarkan kepada buah hati kita? Wah, ada banyak sekali ya kan, sebagaimana cara mendidik anak balita yang telah Rasulullah ajarkan kepada Umar bin Abi Salamah dalam hadist diatas. Mulailah dengan hal yang sederhana, seperti misalnya ajarkan adab makan dan minum, adab ketika hendak dan bangun tidur, akhlak patuh dan hormat pada orang tua, akhlak bergaul dengan teman, dll. Membiasakan mereka dengan melakukan berbagai amalan sunnah dikeseharian mereka akan berdampak baik loh, perlahan-lahan saja namun terus menerus sehingga insya Allah nantinya akan membentuk kebiasaan dan etika mereka sampai mereka dewasa.

5. Anak adalah Peniru yang Baik maka Tunjukanlah Segala Hal Baik yang Dapat Mereka Tiru, Ini Merupakan Cara Mendidik Anak Balita yang Patut Diperhatikan

cara mendidik anak balita

Anak akan meniru apa yang orang tuanya kerjakan. 

Dalam mengaplikasikan parenting islami di rumah, orang tua diharuskan memiliki pribadi yang dapat dicontoh atau dijadikan teladan yang baik dan benar oleh anak-anaknya, misalnya jangan biasakan berbohong di depan anak jika kita tidak menginginkan anak kita tumbuh menjadi pembohong atau jangan mudah marah dan memukul di rumah jika kita tidak ingin anak kita nantinya tumbuh menjadi anak yang sering marah dan kasar dengan siapapun. Berilah contoh baik, seperti selalu menepati janji kepada anak, menerapkan perilaku sabar namun tegas, dan disiplin.

Loh, tapi kan mereka masih kecil, apakah mereka akan mengerti? Tentu saja, justru karena mereka masih kecil kita harus fokus pada cara mendidik anak balita kita dan menerapkan hal-hal baik pada mereka, sebab anak akan meniru apa yang ada disekitarnya dengan cepat melalui pendengaran, penglihatan, serta perilaku nyata.

Dengan demikian, hal yang tak kalah penting harus diperhatikan tak hanya tentang bagaimana cara mendidik anak balita kita, tetapi juga bagaimana cara kita agar memiliki semangat untuk terus belajar memperbaiki kepribadian kita di rumah sebelum dicontoh nantinya oleh anak-anak. Orang tua harus terus becermin untuk mengintrospeksi masing-masing diri apakah perilaku kita dan cara mendidik anak balita yang kita terapkan sudah benar sesuai dengan ajaran Rasulullah atau belum.

Inilah beberapa cara mendidik anak balita dengan metode parenting islami yang dapat sahabat Abi Ummi aplikasikan di rumah. Ketahuilah, otak anak di usia-usia golden age seperti mereka dapat diibaratkan seperti kaset kosong yang dapat menyerap berbagai informasi dengan sangat cepat. Kesalahan konsep yang terserap sejak dini, bisa menyebabkan kesalahan di kemudian hari. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati ketika mengajarkan anak akan suatu hal. Yuk, semangat membentuk generasi yang berakhlak mulia! Insya Allah, Allah akan selalu mudahkan. Aamiin.

 

Sumber: abiummi.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment