Nasehat Untuk Ayah
Oleh: KH. Bachtiar Nasir, Lc., M.M

By Zainul Ihsan 28 Agu 2018, 08:30:05 WIB Parenting Islami
Nasehat Untuk Ayah

Keterangan Gambar : Nasihat Untuk Ayah


Ada tiga nasehat dari ulama salaf agar para ayah tidak menjadi laki-laki gagal. Tiga nasehat ini jika ditimbang dengan emas, berapa pun beratnya tidak akan senilai.  Barangsiapa yang melakukan tiga nasehat besar ini, akan menjadi orang yang berbahagia di dunia dan akhirat.

Pertama, barangsiapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah swt. maka Allah akan memperbaiki hubungannya kepada semua makhluknya. Jika ada suami bermasalah dengan istrinya atau punya persoalan dengan anaknya, maka segeralah ia memperbaiki hubungannya dengan Allah. Jika itu yang dilakukan, maka Allah yang akan memperbaiki hubungan dia dengan istri dan anak-anaknya. Demikian juga halnya jika seseorang memiliki masalah dengan orang lain.

Orang yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, pasti akan diselesaikan apapun persoalannya dengan manusia. Mulai dari hubungan anak dan orangtua, saudara dan saudara kandungnya, relasi bisnis dan seterusnya. Bukan hanya antara hubungan manusia dengan manusia, tetapi Allah akan memperbaiki hubungan mereka dengan makhluk lain seperti hewan dan tumbuhan.

Misalnya dengan onta. Onta punya banyak kelebihan tetapi hanya datu kekurangannya. Onta itu terbiasa menyimpan dendam. Banyak orang badui yang tidak pandai memperlakukan onta dengan baik sehingga mereka dibunuh sendiri oleh untanya karenasering diperlakukan secara keras. Kalau Onta saja bisa membunuh majikannya, maka jangan salahkan istri kalau istri minta cerai.

Kedua, perbaiki dari sisi dalam dirimu maka Allah swt. akan memuliakan sisi luarmu. Orang yang senantiasa memperbaiki diri dengan kesucian, dengan memperbanyak zikir di qalbunya, orang terbiasa berzikir di tengan keramaian, maka ia akan dimuliakan oleh orang sekelilingnya. Walau pun orang di sekelilingnya tidak tahu bahwa dia sedang berzikir, tetapi Allah yang menggerakan hati mereka untuk memperlakukan dengan baik kepada orang-orang yang berzikir.

Orang yang banyak bertasbih, "Subhanallah wabihamdihi, subhanallah al-azhim," akan mendapatkan percikan kesucian dari Allah Yang Maha Suci. Karena tasbih adalah perkataan Yang Maha Mulia yang diwahyukan lewat Jibril yang mulia kepada Muhammad saw. yang juga mulia.

"Ada dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan, tetapi berat timbangannya di akhirat,Subhanallah wabihamdihi, subhanallah al-azhim".

Orang yang takut pada Allah swt. dalam kesendirian atau terang-terangan, tidak plin-plan dalam tauhid, maka para Malaikat akan berkerumun di sisinya. Orang yang senantiasa konsisten menyatakan hanya Allah satu-satunya Rabbku lalu istiqamah, walau harus lapar, walau harus hina, bahkan harus mati sekalipun, akan terbentang pintu-pintu kebaikan baginya.

Ayah yang selalu menjaga kehormatan diri di depan anaknya. Suami yang selalu menjadi teladan bagi istrinya, insya Allah akan dimuliakan hingga cucu-cucu dan keturunannya nanti. Namun sungguh sayang jika anak-anak tidak ingin seperti ayahnya karena ayahnya jahat. Ini yang banyak terjadi.

Ketiga, para ulama berpesan, barangsiapa yang memprioritaskan kepentingan akhiratnya, maka akan dicukupkan kebutuhan dunianya dan dibahagiakan kehidupan akhiratnya. Ada orang berkata, kamu terlalu banyak memikirkan akhirat makanya kamu miskin. Salah besar. Orang yang miskin itu justru karena terlalu banyak memikirkan dunia. Justru orang yang bekerja untuk akhiratnya, orang yang dalam bisnisnya tidak hanya untuk kepentingan dunianya, bisnisnya besar dan dijaga oleh orang banyak. Meski itu bisnis keluarga, tetapi orang lain menganggapnya sebagai aset warga bahkan aset agama.

Wallahu a'lamu bish shawab.

 

Sumber: Majalah Mulia




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment